Tampilkan postingan dengan label perhitungan anggaran rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perhitungan anggaran rumah. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Oktober 2008

Anda butuh kontraktor, tukang, apa Renov sendiri..?

. Senin, 13 Oktober 2008
1 komentar

Saya pengen renovasi rumah, saya harus memakai jasa apa ya… kontraktor, mandor/tukang, atau renov sendiri ya…. Tips dari ibu annahape desain interior dan arsitektur ini bisa membantu rekan2 sekalian
saya menguraikan beberapa skema pembiayaan pembangunan rumah idaman Anda, terkait dengan tukang dan kontraktor. Intinya ada 3 skema biaya bangun rumah Yaitu:
(1) langsung berhubungan dengan mandor/tukang,
(2) cost and fee
(3) kontrak penuh dengan kontraktor.

Masing-masing pilihan tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Pada kesempatan ini saya akan membahas kelebihan dan kekurangannya satu per satu.
1. Faktor biaya yang harus Anda keluarkan. Dari segi nominal biaya yang harus Anda keluarkan: langsung berhubungan dengan tukang (alternatif 1) lebih murah daripada (alternatif 2). Dan pilihan skema cost and fee, lebih murah daripada menyerahkan sepenuhnya semua pekerjaan pada kontraktor ( alternatif 3).

2 Faktor tenaga dan waktu yang harus Anda sediakan. Tenaga dan waktu yang harus sediakan berbanding terbalik dengan biaya yang harus Anda keluarkan. Artinya, kalau Anda ingin mengeluarkan sedikit biaya dengan memilih alternatif pertama Anda harus menyediakan waktu dan tenaga ekstra untuk mengawasi tukang, baik kualitas kerja maupun kecepatan kerja, serta konsultasi teknis bila tukang membutuhkan saran teknis. Anda juga harus cukup waktu untuk mencari supplier bahan bangunan, menentukan pilihan bahan dan pergi berbelanja/berhubungan dengan toko bangunan. Kalau Anda memilih alternatif 2 (cost and fee), waktu dan tenaga ekstra Anda setidaknya untuk memilih dan berbelanja material. Sementara pengawasan dan konsultasi teknis Anda serahkan pada kontraktor/arsitek pengawas.


Dan dalam model pembiayaan cost and fee Anda sebagai pemilik rumah harus berbelanja sendiri material yang dibutuhkan serta melakukan pembayaran tukang. Karena itu tidak mungkin ada mark-up karena Andalah yang melakukan survey harga dan berbelanja.

Anda justru mungkin mendapat harga yang lebih murah atau discount kalau Anda membelanjakan kebutuhan semen, besi, bata dan sebagainya sekaligus dalam jumlah besar di awal proses pembangunan. Potongan harga ini lah yang biasanya diperoleh kontraktor sebagai salah satu keuntungan.

3. Faktor Pengetahuan teknis bangunan. Pengetahuan teknis bangunan juga berbanding terbalik dengan nominal biaya. Sebaiknya Anda mempunyai pengetahuan teknis minimal kalau Anda memilih alternatif 1. Misalnya Anda harus cukup tahu tentang tahap-tahap pembangunan struktur, pilihan atas jenis besi untuk beton sampai teknis pengecatan dan pemasangan ubin lantai.

4. Faktor Resiko. Masing-masing skema pembiayaan mempunyai resiko tersendiri. Misalnya, kalau Anda memilih pembiyaan dengan skema pertama, sementara Anda tidak mempunyai pengetahuan teknis bangunan, tentu resiko kesalahan menjadi sangat besar. Sementara pilihan skema ke tiga, yakni sepenuhnya menyerahkan pada kontraktor, beresiko biaya tinggi. Yang penting diperhatikan adalah: Apapun pilihan Anda, Anda harus memperhitungkan resiko dan merencanakan segala sesuatunya bila resiko tersebut terjadi.




Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 07 Oktober 2008

perhitungan rencana anggaran rumah

. Selasa, 07 Oktober 2008
2 komentar

Perhitungan dalam rencana anggaran biaya sangat dibutuhkan untuk persiapan awal ataupun untuk perkiraan habis brapa dana yang dibutuhkan untuk membangun rumah kita ini. Ataupun dengan dana yang ada ini, sampai dimana kita bisa membangun konstruksi rumah kita.
Oh.. ya…rekan2 ,saya bukan dr fakultas teknik nih.. tapi Perhitungan atau analisa rencana anggaran biaya ini kami dapet dari seorang rekan kami yang sekarang kerja di sebuah proyek perumahan kelas elit, dia dl dari fakultas teknik sipil eh..tenks…. boy…
Tapi perhitungan ini sangat bermanfaat bagi rekan2 yang ingin mencoba menghitung atau mengkalkulasi dana yang akan digunakan, dan tentu saja perhitungannya sederhana kok, lain kl rekan2 mo konsultasi dr seorang arsitek wah…. tentu lebih bagus dan lebih lengkap, tapi kan emang butuh dana tambahan juga untuk itu…lumayan lo…

Analisa rencana anggaran ini sudah sesuai dengan SNI (standar nasional Indonesia), katanya dulu begitu sih…..untuk perhitungannya dengan menggunakan koefisien sebagai factor pengali dan luas bangunan dengan harga bahan bangunan saat itu.

Jenis pekerjaan
1. Pekerjaan tanah ( /m3)
Penggalian tanah
Mandor : 0.0250 / hr
Pekerja : 0.7500 / hr

Urugan sirtu
Sirtu : 1.2000 / m3
Pasangan batu kali
Batu kali : 1.2000 / m3
Semen : 2.8612 / sak
Pasir : 0.5202 / m3
Pekerja : 1.3333 / hr

2. Pekerjaan beton
Semen : 3.7257 / sak
Pasir : 0.5081 / m3
Kerikil : 1.0161 / m3

3. Pekerjaan dinding ( / m2)
Bata : 70 / bh
Semen : 0.3800 /sak
Pasir : 0.0380 / m3

Plesteran semen : 0.1300 / sak
Pasir : 0.0190 /m3

Misalkan :

Pembuatan dinding panjang 4m tinggi 3m mk biaya yang dibutuhkan
untuk luas = 4 X 3 = 12 m2, dgn harga bahan saat itu :

bata(Rp) =koef bata x luas(m2)x harga saat itu(Rp)
= 70 x 12 x 300
= 252.000

semen(Rp)=koef semen x luas(m2) x harga saat itu (Rp)
=0,38 x 12 x 50.000
=228.000

pasir(Rp)=koef pasir x luas(m2) x harga saat itu (Rp)
=0,0380 x 12 x 180.000
=82.000

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Blog rumah_ku is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com